coba tes

Satu lagi tulisan tentang burung yang menurut saya menarik dan perlu diketahui para pecinta burung, saya temukan ketika googling. Di dalam salah satu link trubus-online.co.id. ada berkas PDF mengenai burung gould amadine. Berikut ini saya turunkan secara lengkap isi dari berkas PDF yang diberi judul Pipit-pipit Warna-warni. Foto-foto yang saya pasang di sini juga bersumber dari berkas tersebut. Isinya sebagai berikut:

Berkali-kali Henry—sebut saja begitu—menawar seekor gould amadin milik Erwin Suryadiputera. Ia kepincut pipit asal Australia berbulu punggung abu-abu dan biru. Tak terhitung berapa kali Henry menyambangi Aviary Farm di Tangerang yang dikelola Erwin. Setiap Henry menawar, jawaban Erwin selalu sama,”Tidak dijual!”. Kerasnya hati Erwin akhirnya luluh. Gould Amadin eksklusif itu dilepas.

Syaratnya: ia boleh meminjam untuk penangkaran.

Di kalangan hobiis burung hias, gould amadin bukan piaraan baru. Namun, unggas berjuluk the most beautiful finch in the world itu tetap digemari pecinta burung. Paduan warna bulu nan cantik dan sosok mungil sulit dilupakan orang. Belum lagi kenikmatan saat memandang keindahan silangan gould amadin hasil tangkaran sendiri.

Variasi warna yang sangat beragam daya tarik utama burung berukuran panjang 15 cm itu. Mulai dari kepala, punggung, dada, dan ekor memiliki warna berbeda. Burung bernama Latin Chloebia gouldiae itu ditemukan pertama kali di Australia Utara. Saat itu warna gould amadin spesies asli sangat terbatas. Ragamnya hanya paduan 3 warna kepala, hitam, merah, dan kuning; punggung hijau; serta dada ungu. Habitat burung yang ditemukan oleh John Gould di padang sabana. Alam keras tempatnya bergantung hidup dicirikan dengan vegetasi pepohonan eucaliptus. Rumah tinggalnya di lubang-lubang pohon. Kehidupan yang keras juga ditandai dengan kebiasaan minum yang disedot dan bukan diteguk. Biji-bijian yang notabene mengandung sedikit sekali air santapan kegemarannya. Sayangnya, keindahan warna bulu justru mengundang perburuan burung. Kini populasi di alam hanya tinggal 2.500 ekor. Bahkan burung berkepala kuning makin menipis.

Dengan penangkaran dan penyilangan, variasi warna burung terus bertambah. Kini sekitar 3—4 warna bulu cerah berpadu elok menghiasi kepala, dada, dan punggung. Berbagai variasi warna pula itulah yang membedakan jenis-jenisnya. Bagian kepala terdiri atas 3 warna, yaitu hitam, merah, dan kuning. Dada memiliki 4 warna, putih, ungu, biru, dan lila. Sedangkan punggung mempunyai variasi warna terbanyak, hijau tua, hijau, hijau muda, biru, biru muda, kuning, dan abu-abu.

Dari sekian banyak warna, variasi dada putih; punggung biru atau abu-abu favorit para hobiis di Indonesia. Tak heran bila harga gould amadin itu mencapai Rp 1-juta/pasang. Bandingkan dengan harga gould amadin spesies; punggung hijau; dada ungu yang hanya Rp200.000— Rp350.000/pasang. Sayangnya populasi burung dengan warna eksklusif itu sangat terbatas. Dibutuhkan indukan berkualitas untuk menghasilkan piyik serupa.

Memilih induk unggul

Memilih induk bermutu prima harus melalui seleksi cermat agar dihasilkan piyik berpenampilan istimewa. Kualitas induk menyangkut fisik yang sempurna dan sehat. Ciri-cirinya, lapisan bulu utuh dan berwarna cerah; gerakan lincah; rajin berkicau; anggota tubuh lengkap; posisi sayap dan ekor sejajar; bulu di sekitar kloaka kering dan bersih.

Di bagian muka: mata tampak bulat dan jernih. Indikasi burung sehat bernafsu makan baik; hidung tak berlendir; serta tidak batuk atau bersin. Umumnya gould amadin jarang tidur pada siang hari. Saat tidur ia punya kebiasaan mengangkat salah satu kaki. Untuk mendapatkan induk berkualitas dengan membeli burung langsung ke penangkar terpercaya.

Pilih burung dengan melihat potensi sang induk untuk memastikan ia tidak mengidap penyakit bawaan. Jangan ambil risiko membeli di sembarang penjual sebab penyakit ganas dan menular, seperti air sac mites atau Sternostoma tracheacolum kerap ditemukan.

Mempersiapkan induk bisa diawali dengan membeli piyik berumur 2 bulan. Paling pas bila dipilih burung dewasa, umur 8—10 bulan. Pada umur itu burung telah melewati masa moulting atau rontok bulu dan siap kawin. Alternatif lain, sejumlah penangkar justru lebih senang memilih burung remaja, umur 5—6 bulan sebagai induk. Burung remaja dibiasakan hidup bersama pasangan.

Ketika burung menginjak dewasa, peternak tinggal mengawinkan. Membedakan jenis kelamin gould amadin bukan hal gampang. Hanya mereka yang berpengalaman mampu mengenali jenis kelamin burung.

Perbedaan nyata tampak pada burung dewasa. Jantan berwarna lebih cerah dan mencolok; betina lebih redup. Ciri lain, paruh betina lebih gelap—cenderung kehitaman— saat birahi.

Beberapa literatur menyebutkan umur kedua induk tak harus persis sama. Yang penting mereka menetas dengan waktu berdekatan pada tahun yang sama. Dengan demikian pasangan induk berbarengan memasuki dan mengakhiri masa rontok bulu. Jika tidak, penangkar membutuhkan waktu lama karena menunggu selesainya masa moulting yang berbeda.

Selamat datang

Selamat datang di pasar-burung.blogspot.com

Kami menyediakan burung hasil dari tangkaran peternak di indonesia dengan harga terjangkau, serta juga menyediakan segala perlengkapan untuk beternak burung kicau.

 
 
 
 
Copyright © pasar burung